Sunday, 9 October 2011

zeis_02

kenangan semasa SMA akan selalu ada dalam hati........kini langkahku harus lebih berarti.......

Wednesday, 29 June 2011

mengganti tema firefox?apa bisa?tentuuuuuu......

Apa tema itu?


Tema mengganti tampilan Firefox. Ada tema yang hanya mengganti warna latar belakang bilah alat (toolbar), tema yang mengganti tampilan tombol-tombol pada Firefox, dan juga ada tema yang sama sekali mengganti tampilan Firefox.Ada dua jenis tema yang tersedia pada Firefox:

  • Tema Komplit - yang sangat fleksibel tetapi ukuran unduhannya lebih besar.
    bc59d466b2da2f02716e5b6af2131a9e-1259895837-206-1.png
    bc59d466b2da2f02716e5b6af2131a9e-1259895858-299-1.png
  • Personas - tema ringan yang dapat digunakan untuk mengganti nuansa warna dan gambar latar belakang bilah alat Firefox.
    bc59d466b2da2f02716e5b6af2131a9e-1259895858-299-2.png

Bagaimana cara menginstal tema



Tema komplit


  1. Buka laman tema pada Addons.Mozilla.org.
  2. Jelajahi tema yang ada pada situs ini. Jika Anda ingin menginstalnya, klik pada laman temanya.
  3. Klik pada tombol Tambahkan ke Firefox. Jendela Pemasangan Perangkat Lunak akan tampil.
  4. Setelah tombol Pasang Sekarang aktif, klik pada tombol tersebut.
  5. Klik pada tombol Restart Firefox ketika ditanyakan. Firefox akan direstart dan tema Anda akan dipasang.
Anda dapat menginstal bermacam-macam tema dan berganti antara satu tema dengan tema yang lainnya. Silakan baca petunjuk bagaimana cara mengganti tema di bawah ini.

Personas


Pertama-tama, pasang ekstensi Personas (Personas sudah tersedia langsung pada Firefox 3.6, jadi Anda dapat melewati beberapa langkah di bawah ini dan memulai pada bagian Setelah Personas diinstal.)
  1. Buka laman Personas di Addons.Mozilla.org.
  2. Klik pada tombol Tambahkan ke Firefox. Jendela Pemasangan Perangkat Lunak akan tampil.
  3. Setelah tombol Pasang Sekarang aktif, klik pada tombol tersebut.
  4. Klik pada tombol Restart Firefox ketika ditanyakan. Firefox akan di-restart dan ekstensi Personas Anda akan dipasang.
Setelah Personas diinstal:
  1. Buka situs Galeri Personas.
  2. Geser mouse ke salah satu tema untuk melihat pratinjaunya.
  3. Jika Anda telah menentukan tema yang ingin dipasang, klik untuk menampilkan laman temanya.
  4. Klik Wear this Persona untuk menginstal tema.
Setelah tombol Wear this Persona diklik, bilah Notifikasi akan tampil dan memberitahukan Anda bahwa sebuah tema telah dipasang.

Mengelola tema



Cara berganti-ganti tema yang diinstal


Setelah Anda menginstal sebuah tema baru:
  1. Pada bagian atas jendela Firefox klik menu Alat dan pilih item menu Pengaya. Jendela daftar pengaya akan tampil.
  2. Pilih panel Tema.
  3. Pilih salah satu tema yang ada pada daftar.
  4. Klik pada tombol Gunakan Tema.
    bc59d466b2da2f02716e5b6af2131a9e-1258325141-133-1.png
  5. Klik tombol Restart Firefox jika ditanyakan. Firefox akan direstart dan tampil dengan tema yang baru dipilih.

Cara berganti-ganti Personas (Firefox 3.0 dan 3.5)


Setelah ekstensi Personas dipasang:
  1. Pada bagian atas jendela Firefox klik menu Alat dan pilih item menu Personas. Menu Personas akan dibentangkan.
  2. Pada submenu klik item menu Default untuk kembali ke tema default Firefox. Anda dapat kembali mengunjungi situs Galeri Personas untuk mendapatkan tema lainnya.

Bagaimana cara menghapus instalasi tema


  • Firefox 3.6:
    • Gunakan tombol Hapus pada jendela daftar pengaya pada panel Tema untuk menghapus instalasi tema. Silakan baca Menghapus instalasi pengaya untuk keterangan lebih lanjut.
  • Firefox 3.5 and 3.0:
    • Untuk menghapus sebuah Persona, Anda cukup mengganti tema dengan tema lainnya. Silakan baca Cara berganti-ganti Personas di atas.
    • Untuk menghapus ekstensi Personas (dan menonaktifkan dukungan tema untuk Personas), silakan baca Menghapus instalasi pengaya.
    • Untuk menghapus tema komplit, Anda dapat menggunakan tombol Hapus pada jendela daftar pengaya pada panel Tema. Silakan baca Menghapus instalasi pengaya untuk keterangan lebih lanjut.

Bagaimana cara memutakhirkan tema


  1. Pada bagian atas jendela Firefox klik menu Alat dan pilih item menu Pengaya. Jendela daftar pengaya akan tampil.
  2. Pilih panel Tema.
  3. Klik pada tombol Temukan Pemutakhiran.
  4. Jika pemutakhiran ditemukan, panel Versi Baru akan tampil.
  5. Klik pada Pasang Versi Baru. Pemutakhiran akan diunduh.
  6. Klik pada Restart Firefox untuk menyelesaikan pemutakhiran. Firefox akan direstart dan tema yang dipilih akan dimutakhirkan.

Pemecahan masalah


Wednesday, 8 June 2011

PLAGIAT TRADISI AKTIVIS HTI ???

Untuk entah keberapa sekian kalinya ustadz Ir.H.Donny Irawan, Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) – Batam, melakukan plagiat tanpa henti, dan untuk entah keberapa sekian kali pula Batam Pos (Koran harian terbesar se-Kepri) harus tertipu atau ‘dipecundangi’ oleh beberapa aktivis HTI Kepri yang rajin menulis tulisan plagiat di Batam Pos.
Yang terbaru, ustadz Donny yang menjadi ?pakar ekonomi syari’ah? di Batam, membuat tulisan terbaru di kolom opini Batam Pos, Rabu, 09 Januari 2008, dengan judul Dari jahiliyah kesistem Islam, ternyata copy paste (tidak berbeda sama sekali, paling nyensor sedikit) dengan tulisan dengan judul HIJRAH: TRANSFORMASI MENUJU SISTEM ISLAM yang bisa diakses di http://putvi.multiply.com/journal/item/7/HIJRAH_TRANSFORMASI_MENUJU_SISTEM_ISLAM
Apapun alasan teman-teman HTI membela sikap itu, yang jelas perbuatan itu termasuk PENIPUAN SETIAP PEMBACA (setuju ga?), kalau beliau mau jujur (mudah-mudahan mau), apa sih susahnya mengatakan bahwa ini diambil dari situs ini atau ini copy past dari tulisan orang lain (ya kan???) selesai…. tentunya takkan mengurangi pahala beliau dalam berdakwah, selagi lillahi ta’ala, tapi kalau beliau tidak mencantumkan tulisan asli yang beliau copy paste (seperti kebiasaan beliau selama ini), lalu andai beliau dikasih fee oleh Batam Pos, apakah fee itu halal beliau makan? Mungkin ulama syari’ah HTI yang bakal menjawabnya.
Penulis tidak tahu, apakah sikap seperti aktivis HTI Kepri juga dilakukan aktivis HTI wilayah lainnya??? Sila tanya kepada nurani para pejuang khilafah???? Atau coba sedare-sedare searching aja ya… selamat membuktikan!!

HTI MENGHUJAT Pemerintah dan Ulama Indonesia (Bentuk Kesombongan HTI)

Ketika pemerintah Indonesia yang diikuti oleh mayoritas ormas Islam menetapkan Idul adha jatuh pada tanggal 20 Desember 2007, HTI melalui tulisan resmi mereka yang ditulis oleh ustadz kabir mereka (Muhammad Shiddiq Al-Jawi) mengatakan:
”Apakah Indonesia berambisi untuk menjadi negara pertama yang mempelopori suatu tradisi yang buruk (sunnah sayyi’ah) sehingga para umaro’ dan ulama di Indonesia akan turut memikul dosanya dan dosa dari orang-orang yang mengamalkannya hingga Hari Kiamat nanti?”. [http://www.hizbut-tahrir.or.id/2007/12/14/penentuan-idul-adha-wajib-berdasarkan-rukyatul-hilal-penduduk-makkah/]
Pernyataan ini adalah pernyataan SOMBONG karena merasa paling benar sendirian dan semua ulama Indonesia baik di NU, Muhammadiyah, PERSIS dll menurut HTI: salah dan terancam memikul dosa menurut ustadz ’sombong’ tersebut, padahal kesalahan seorang mujtahid tidak boleh dihakimi dengan ancaman dosa di hari kiamat kelak selagi dia merujuk kepada al-Quran dan sunnah dengan menggunakan metode yang mu’tabar (diakui), karena setiap ijtihad senantiasa membuka peluang salah dan benar, apalagi ijtihad menentukan tanggal hari raya tanggal 20 Desember tersebut berasal dari banyak ulama dari berbagai ormas Islam yang ada di negeri ini. Rasulullah bersabda, ”apabila seorang hakim memutuskan perkara dengan berijtihad, lalu ijtihadnya tepat, maka dia mendapat dua pahala, tetapi kalau ijtihadnya salah, dia akan mendapatkan satu pahala.” (HR. Bukhari no. 6805, dan Muslim no. 3240).
Generasi salaf saja tidak mau memfonis orang yang berbeda dengan mereka dengan ancaman neraka, seperti ungkapan santun dan bijak yang berasal dari Imam asy-Syafi’i, "Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan untuk salah. Sedangkan pendapat orang lain menurutku salah, tapi memiliki kemungkinan untuk benar.
Maka wajar saudaraku.. kalau HTI suka menghujat HAMAS, AKP dan ulama negeri ini, karena prinsip mereka: KALAU TAK SAMA DENGAN IJTIHAD HTI BERARTI SALAH DAN TERANCAM MEMIKUL DOSA DI HARI KIAMAT KELAK.
Makanya ikutan HTI, ga bakalan diancam dosa karena SATU-SATUNYA FATWA YANG PALING BENAR... (setujuuuuuu??)

gILIRAN PM. TURKI DI FITNAH HTI !

Diambil dari: http://hafez.wordpress.com/2007/12/08/giliran-pm-turki-di-fitnah-hti/#comment-1749

Masih kuat dalam ingatan kita bagaimana Hizbut Tahrir Indonesia lewat Al-Islam edisi 361 memfitnah pemerintahan HAMAS dengan fitnah dan tuduhan yang keji. Hingg saat ini pimpinan HTI masih takut mengakui kasalahan dan keburukan perangainya. Begitulah watak dasar para pecundang. Tanggal 19 Oktober 2007 lalu, penulis kembali terhenyak menemukan untuk yang kesekian kalinya tulisan HTI yang menistakan para aktivis dakwah. Jika sebelumnya pemerintah HAMAS, maka kali ini yang difitnah adalah PM. Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan AKP-nya yang didominasi kaum muda aktifis Islam.
Dengan tangan yang ringan, redaksi situs HTI tersebut menampilkan tulisan salah seorang syeikh Hizbut Tahrir Turki, Ata Abu Rashta, yang sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Bagian sangat penting yang menarik perhatian penulis adalah kalimat konyol yang dicatut secara serampangan mengenai PM. Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Abdullah Ghul yang saat ini berhasil menduduki kursi Kepresidenan sejak Pemilu Turki beberapa waktu lalu. Seperti biasa, dengan tanpa didukung sumber yang terpercaya, tulisan yang dengan bangga disebarluaskan HTI ini menyebutkan:
“…Amerika sadar bahwa konfrontasi langsung kepada militer akan sangat sulit, apalagi dengan menggunakan pion partai politik, akan memiliki resiko tinggi. Maka, ia mempromosikan demokrasi untuk melemahkan kekuatan tentara. Caranya adalah dengan mempromosikan salah satu agennya memimpin pemerintahan melalui kemenangan mayoritas di parlemen yang bisa menghasilkan perundangan untuk menantang wewenang militer. Maka Amerika menunjuk Erdogan dan Abdulla Gul, yang meninggalkan partai Virtue sejak kudeta 28 February yang lalu dan membentuk partai Justice and Development Party (AKP). AKP yang dipimpin Erdogan mirip dengan karakter pemikiran Ozal yang juga pengikut Sufi. Meskipun Erdogan adalah sekuler ia juga memiliki sentimen keislaman. Amerika telah mempengaruhi Erdogan sejak ia menjadi walikota Istambul. Meskipun Erdogan sempat diadili akibat beberapa puisi yang ia buat, Erdogan tetap aktif dalam usahanya bersahabat dengan Amerika…”
Satu penggal paragraf dari tulisan yang sangat panjang ini sudah cukup bagi penulis untuk memahami tulisan Syeikh Ata Abu Rashta yang dengan bangga dan yakin di sebar luaskan HTI. Bahwa ‘ngalor-ngidul’nya ulasan tersebut sejatinya sedang membidik kader terbaik partai berbasis massa Islam moderat Adalet ve Kalkinma Partisi AKP, dengan fitnah keji yang tidak berdasarkan prinsip-prinsip syari’ah dalam muamalah Islam. Sayangnya ‘novel fiksi’ ini seolah begitu dibanggakan oleh HT hingga ‘wajib’ disebarluaskan untuk menunjukkan orang lain (apapun upaya perjuangannya memperjuangkan islam) adalah salah sedangkan HT benar dan tak mungkin salah.
Kalimat yang sangat miris dalam paragraf itu adalah betapa ringannya syeikh Hizbut Tahrir itu menuliskan,
“… Caranya adalah dengan mempromosikan salah satu agennya memimpin pemerintahan melalui kemenangan mayoritas di parlemen yang bisa menghasilkan perundangan untuk menantang wewenang militer. Maka Amerika menunjuk Erdogan dan Abdulla Gul ..”.

Jadi, PM. Turki yang telah menjalankan amanah sejak 2003 itu dituduh seorang agen Amerika oleh syeikh Hizbut Tahrir tersebut. Juga termasuk Abdullah Ghul yang saat tulisan ini dibuat sedang memegang amanah sebagai Menteri Luar Negeri Turki. Dan untuk menguatkan tuduhannya itu (agar seolah-olah tuduhannya benar), dibagian kesimpulan dituliskan bahwa Erdogan dan AKP-nya adalah partai sekuler berjubah Islam untuk menipu masyarakat,
“Situasi di Turki saat ini adalah krisis antara dua kelompok sekuler. Kelompok yang pertama adalah kelompok yang pro Inggris dan setia terhadap ide Kemalis yang didukung oleh militer dan berusaha mempertahankan simbol presiden, dewan keamanan nasional untuk tetap berada dibawah pengaruhnya. Kelompok kedua, adalah kelompok sekuler yang pro Amerika dan berusaha menutupi agenda sekularisme dengan jubah Islam untuk menarik perhatian masyarakat muslim..”.
Dan HTI menyebarluaskannya, klop sudah bukti nyata kedengkian Hizbut Tahrir kepada para aktifis da’wah diluar kelompoknya. Apakah benar fitnah ini?? Bahwa perjalanan politik Erdogan, pemimpin yang disegani baik lawan maupun kawan itu, adalah buah dari ketaatanya kepada Amerika sebagai agen negeri Paman Sam tersebut? Demikian pula dengan Abdullah Ghul? Mari kita bongkar siapa gerangan sebenarnya yang dusta dan benar!
Mengenal Recep Tayyip Erdogan
PM. Turki yang baik ini lahir di Istanbul pada 26 Februari 1954 dari keluarga kelas menengah, dan kemudian menikah pada 4 Juli 1978 dengan Emine Erdoğan - Gülbaran yang dilahirkan di Siirt tahun 1955. Dari pernikahan tersebut Erdogan dikarunia 2 orang anak, yaitu Ahmet Burak dan Necmeddin Bilâl.
Langkah politiknya dimulai sejak dia masuk ke partai islamis Milli Selâmet Partisi (MSP), atau Partai Keselamatan Nasional pimpinan Necmettin Erbakan yang kini telah dibubarkan. Kemudian bersama para bekas anggota MSP, ia mendirikan Partai Kesejahteraan (Refah Partisi) pasca kudeta militer 1980, dan menjadi ketuanya pada tahun 1985. Dan pada tahun 1991 ia terpilih sebagai anggota Dewan Nasional Agung.
Debutnya sebagai pelayan masyarakat dimulai ketika dirinya terpilih sebagai walikota di wilayah kosmopolitan Beyoglu di Istanbul tahun 1985. Keberhasilan Partai refah menjadi mayoritas di Turki pada tahun 1994, mengantarkan dirinya menduduki posisi walikota Istanbul Raya dan Presiden Dewan Metropolitan Istanbul Raya.
Erdogan terkenal sebagai seorang yang efektif dan populis dalam menata administrasi pemerintahan ko Istanbul. Ia memperindah wajah kotanya dan membangun prasarana serta jalur-jalur transportasi yang menjangkau hampir seluruh wilayah tersebut. Prestasi-prestasi kepemimpinannya yang sangat dikenang warga Istanbul adalah kesuksesannya menyediakan air bersih untuk seluruh penduduk kota, penertiban tatakota dan pembangunan, menanggulangi pencemaran dan polusi udara dengan penanaman ribuan pohon di jalan-jalan kota.
Erdogan juga secara tegas melarang peredaran minuman keras diseluruh wilayah kontrol Walikota Istanbul. Tidak sampai disitu, ia juga memerangi berbagai praktek prostitusi dengan memberikan pekerjaan terhormat kepada para wanita yang tersesat menjadi pekerja seks komersial. Maka tidak heran Erdogan menjadi pemimpin dan politisi yang sangat populer dan dikagumi masyarakat luas, tidak hanya warga Istanbul. Tetapi merambah ke seantero wilayah Turki.
Tanggal 28 Februari 1997 terjadi kudeta militer yang menumbangkan pemerintahan Erbakan. Partai Refah pun dibubarkan oleh militer. Para anggotanya kembali mendirikan Partai Fadhilah, sementara pemimpin Partai Refah, Necmettin Erbakan dilarang melakukan aktifitas Politik lagi. Tahun 1999 Partai fadhilah mengalami nasib serupa, dibubarkan oleh Mahkamah Militer karena dituduh berideologi anti-sekulerisme. Turki pun mengalami krisis politik yang serius. Oleh karena itu, pada Agustus 2001 Erdogan mendeklarasikan berdirinya Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) atau Partai Keadilan Pembangunan yang berhaluan Islam moderat dengan dukungan mayoritas aktivis kaum muda Islam. Dengan popularitas kesuksesannya selama menjabat sebagai walikota Istanbul, Ia berhasil mengantarkan AKP pada posisi kemenangan sebesar 34.1% pada pemilu 3 November 2002. AKP diyakini masyarakat Turki sebagai cahaya yang akan menerangi kegelapan. Dan di tahun 2003 Erdogan dilantik menjadi Perdana Menteri Turki.
Erdogan sang Perdana Menteri
Mengapa popularitas AKP demikian tak terbendung, bahkan oleh kekuatan militer yang mendewakan sekulerisme Turki?? Jawaban pastinya bukan lantaran campur tangan Amerika sebagaimana Hizbut Tahrir tuduhkan. Sepak terjang Erdogan sebagai PM. Turki menjadi salah satu penyebab kuat kemenangan partai yang menyebarkan nilai-nilai Islami itu di pemilu Turki tahun 2007 ini.
Amran Nasution, anggota Institute for Policy Studies (IPS) Jakarta sekaligus mantan Redaktur majalah TEMPO dan GATRA menggambarkan langkah kebijakan Erdogan sebagai PM Turki dalam kurun 2003-2007. Diungkapkannya, meski lahir dari Partai yang dipimpinnya, namun Erdogan dan Ghul sangat berbeda dengan Erbakan pendahulunya. Jika Erbakan dikenal sebagai politisi Islam yang terlalu kasar, keras dan terburu-buru dalam memasukkan unsur Islam dalam politik Turki, maka Erdogan dan Ghul dikenal sebagai politikus Islam yang lebih cerdik, sabar, dan tidak meledak-ledak.
Langkahnya manis membuat semua pihak tidak merasa terancam, perlahan-lahan Islam beserta nilai-nilainya pun semakin mendapatkan tempat semestinya di negeri itu. Amran menuliskan,
Dan ’’keajaiban’’ itu pun terjadi. Begitu dipegang Perdana Menteri Erdogan, ekonomi Turki yang morat-marit, segera pulih. Inflasi terkendali dan menurun tajam: sekarang di bawah 8%/tahun. Mata uang Lira menguat. Perekonomian tumbuh konsisten 7 sampai 8%/tahun. Maka kota-kota pun berubah: gedung jangkung bertumbuhan. Dan semua itu terjadi dalam tempo tak sampai lima tahun.
Lanjutnya, semenjak kepemimpinan Erdogan Turki dibanjiri konglomerat baru dari kalangan Islam yang umumnya adalah kaum pendatang yang berasal dari pedesaan. Memang mayoritas pendukung AKP adalah dari masyarakat pedesaan. Kombassan Holding milik Hasjim Bayram, konglomerat top di Turki adalah yang paling fenomenal. Diceritakannya, bahwa mulanya Hasyim cuma guru di sebuah sekolah Islam di kotanya, Konya. Ia memulai bisnis dengan membuka percetakan kecil pada 1989. Sementara saat ini, Kombassan telah menggurita mulai dari bisnis otomotif, elektronik, konstruksi, tekstil, petroleum, pusat perbelanjaan, dan makanan. Perusahaannya pun melebar ke mancanegara.
Selain itu, selama ini perekonomian Turki dipegang kaum sekuler yang mapan karena puluhan tahun berkuasa dan kebanyakan tinggal di kota. Setelah AKP berkuasa banyak konglomerat yang selama ini terlalu bergantung pada kekuasaan langsung rontok. Tak aneh kalau Deniz Baykal, pemimpin partai oposisi CHP, menuduh pemerintah Erdogan mengembangkan ekonomi berbasis Islam.
Langkah ke Uni Eropa, menerima HAM, menegakkan demokrasi, menerapkan pasar bebas, semua ini membuat kebangkitan politik Islam di Turki memberi nuansa berbeda. Mengenai langkah Erdogan yang tak bergeming untuk tetap memperjuangkan asimilasi Turki ke UE sesungguhnya sejalan dengan apa yang dikembangkan para khalifah Utsmaniyah. Dimana mereka mengupayakan terjadinya hubungan yang harmonis antara Timur dengan Barat, dengan kata lain antara Islam dengan budayanya dan Kristen dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Wilayah Turki memang terletak sebagai pintu gerbang yang menghubungkan dunia Barat dan Timur.
Michael Rubin dari American Enterprise Institute, pada 2005, menulis di Middle East Quarterly, menguraikan betapa konsistennya AKP dalam soal jilbab, minuman keras, sampai hubungan dengan Israel. Erdogan mengajukan proposal agar pelajar sekolah Islam dipermudah masuk ke perguruan tinggi negeri yang sekuler. Erdogan juga mengusulkan peraturan yang menyamakan sekolah sekuler dengan sekolah Islam, kenaikan pajak alkohol, ancaman hukuman untuk perzinahan, jilbab, dan sebagainya.
Lantas bagaimana dengan politik luar negeri PM Erdogan? Patut dicatat bahwa sejak Erdogan menjadi Perdana Menteri, sudah berkali-kali secara terbuka dia menuduh Israel sebagai negara teroris. Padahal pemerintahan sekuler Turki sebelum-sebelumnya punya hubungan baik dengan Israel.
“Tuduhan seberani itu bahkan tak pernah terdengar dari para pemimpin negara berpenduduk Muslim lainnya –Presiden SBY, misalnya– sekali pun apa yang dilakukan tentara Israel kepada penduduk Palestina, jelas tindakan terorisme,” lanjut Amran.
Pada 13 Juli 2004, Erdogan menolak kedatangan Deputi Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, ke Ankara. Tapi di hari yang sama ia menerima kedatangan Perdana Menteri Syria, Muhammad Naji al-Utri. Bukan cuma itu. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad – musuh besar Presiden Bush itu – disambut hangat di Ankara. Begitu pula Khalid Messal, salah seorang pimpinan tinggi Hamas yang tinggal di luar negeri.
Mantan redaktur majalah GATRA itu menambahkan, “Hubungan dengan Presiden Bush dingin, terutama setelah Erdogan berani menolak lapangan terbangnya digunakan pasukan Amerika sebagai pangkalan dalam penyerbuan ke Iraq, 2003. Turki berkali-kali memperingatkan Amerika, karena pesawat terbangnya yang beroperasi di Iraq, melintasi perbatasan Turki. Belakangan Turki menyampaikan protes setelah terbukti senjata Amerika untuk tentara Iraq, banyak merembes dan dipakai gerilyawan Kurdi di Turki.”
Fakta-fakta diatas sungguh sangat cukup untuk menjungkirbalikkan kedustaan tulisan Syeikh Ata Abu Rashta yang dirujuk dan disebarluaskan oleh HTI. Tidak ada segorespun perjalanan politik dan dakwah Erdogan yang bersinggungan dan menghamba kepada Amerika. Lantas darimana dasarnya Hizbut Tahrir dan domba-dombanya menuduh seorang pemimpin negara dengan tuduhan seorang agen negara kafir agressor?
Bukti-bukti diatas sungguh membongkar dusta dan fitnah HTI untuk yang kesekian kalinya. Erdogan bukanlah seorang agen Amerika, bahkan ia rela mendekam dipenjara selama 4 bulan lantaran membangkitkan relung keagamaan lewat puisinya,
… masjid adalah barakku
… kubah adalah topi bajaku
… menara bayonetku
… dan iman adalah serdaduku.
Padahal saat itu dia adalah seorang Walikota Istanbul. Lantas bagaimana dengan kalian wahai orang-orang Hizbut Tahrir yang suka hasad, iri, serta dengki??? Kalian memang berfikrah kerdil dan menyedihkan!!
Nantikan tulisan penulis berikutnya dengan judul ‘Ismail Yusanto seorang Agen Intelijen’.
Sumber http://rhisy.blogsome.com/

khilafah tanpa jihad (ijtihad HT)

Berdasarkan tanda-tanda itu, kembalinya Khilafah bukanlah sesuatu yang jauh, melainkan sudah dekat. .... Fokus kita sekarang adalah terus berusaha melakukan thalabun nushrah (seeking the power) untuk memperoleh kekuasaan dan memikirkan dengan serius tantangan-tantangan yang akan terjadi pasca berdirinya Khilafah nanti. [http://sampaikan.wordpress.com/2007/02/15/tantangan-tantangan-potensial-pasca-berdirinya-khilafah/#more-8 ]
Dari pernyataan yang menjadi agenda perjuangan HT itu, ada pertanyaan yang menyisa:
Kepada siapakah HTI akan minta kekuasaan? Kepada ummat? Ummat Islam saja yang baru gabung ke HTI seberapa persen, karena harokah itu bukan hanya HTI saja, dan juga hijrahnya kader HTI ke kelompok lain juga ga bisa dinafikan, atau HT thalab nushrah ke Amrik, ya ga mungkin lah Obama (?) ngasih
Apakah khilafah didapatkan dengan thalabun nushrah (seeking the power) atau dengan jihad? Karena kalau kita baca sirah Rasulullah, ada 60 kali lebih peperangan/jihad yang dilakukan Rasulullah dalam menegakkan darul islam, kok HTI gak make konsep jihad? Aneh bueneeer, minta kekuasaan bukan dengan keyakinan akan kekuatan internal tapi justru minta ama orang lain? Padahal Rasululullah mengusung kekuatan jihad dalam menjaga agama ini... Lalu apakah orang itu mau nagsih gitu aja??
Makanya, ada hal yang mencurigakan dari HT kenapa konsep jihad gak pernah mereka gelorakan, justru disana sini teriak khilafah, dan ketika ditanya gimana ngedapaatin khilafah? Jawabannya dengan thalabun nushrah (seeking the power) dan jihad gak disebut2, berbeda dengan saudara2 kita di MMI yang tegas menyuarakan jihad.
Maka tak heran kalau kemudian kita ga pernah dengar kader HTI berperang melawan Israel penjajah, kader HT jadi the most wonted Israel (nyaris ga terdengar) yang kita dengar adalah, kader HT palestina berdemo menuntut khilafah sebagai solusi melawan Israel, padahal Palestina dalam suasana perang melawan musuh Allah lho
Pertanyaan bahwa kader HT kurang peduli dengan jihad ini jadi tanda tanya besar, dengan apa khilafah itu kita tegakkan???

kader HTI mangkritik pucuk pimpinannya sendiri

INFO: “Alih-alih ditujukan kepada RMS dan OPM, konon pernyataan peneguhan NKRI oleh MUI dan ormas-ormas Islam tersebut, menurut analisis salah seorang yang berkompeten di MUI, adalah untuk menyindir HTI dengan KKI-nya! Subhânallâh! Apakah belum tahu bahwa HTI selama ini sangat concern pada usaha menjaga keutuhan NKRI?” KH. M. al-Khaththath, anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia dalam tulisannya yang berjudul “KKI 2007 Mengokohkan NKRI”. (Rubrik Muhasabah, Majalah al-Waie, edisi September 2007).
KOMENTAR: Judul dan isi artikel tersebut sangat kontroversial mengingat Hizbut Tahrir selama ini tidak mengakui sistem hukum selain Khilafah Islamiyah. Pernyataan bahwa KKI 2007 mengokohkan NKRI inilah yang menyulut kontroversi. Sebab, akronim dari istilah NKRI sendiri adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengapa penulis artikel ini mengklaim bahwa Konferensi Khilafah Islamiyah (KKI 2007) sebagai upaya mengokohkan NKRI? Bukankah dari kalimat itu juga berarti KKI 2007 mengokohkan sistem Republik di negeri ini? Padahal, dalam kitab Nidhom Hukm fil Islamy (Sistem Pemerintahan dalam Islam) yang ditulis oleh Syaikh Abdul Qaddim Zallum yang memperluas pembahasan dari penulis sebelumnya, yakni Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, bahwa sistem Republik bukanlah sistem hukum Islam. Benar-benar kontroversial. Di sinilah pentingnya sebuah definisi. Itu sebabnya Ibnu Sina pernah berkomentar: “Tanpa definisi, kita tak akan pernah bisa sampai kepada konsep.” Karena itu, definisi, menurut filsuf Iran itu, sama pentingnya dengan silogisme (baca: logika berpikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pernyataan) yang kita buat. Definisi yang jelas akan menolong kita untuk menentukan keputusan dan penilaian. Kembali ke artikel tersebut, jika pernyataannya adalah: “KKI 2007 mengokohkan kesatuan wilayah Indonesia sebagai negeri muslim”, itu bisa dikatakan benar. Karena sampai hari kiamat pun negeri-negeri yang tergabung sejak dulu dengan Khilafah Islamiyah adalah bagian dari wilayah Islam meskipun saat ini sudah dijajah dengan sistem selain Islam.
Analisis lain dari pesan dalam judul dan isi artikel ini adalah sepertinya HTI ingin menghindari dharbul mummit (pukulan mematikan) dari pemerintah negeri ini bagi gerakan tersebut. Karena sangat boleh jadi, setiap upaya terorganisir untuk mengubah tatanan yang sudah ada, akan berhadapan dengan penguasa yang merupakan pembela dan pejuang sistem yang ada sekarang, yakni demokrasi. Bukan tak mungkin pula jika akhirnya muncul analisis berikutnya (meski masih berupa praduga) bahwa pernyataan dalam artikel ini sebagai upaya “mencari aman” untuk meraih hasil sempurna di masa depan supaya tetap bisa berjuang menegakkan Islam meskipun dalam koridor demokrasi (baca: ikut pemilu dalam sistem demokrasi). Padahal, seperti pernyataan Dr Saiful Mujani, “Demokrasi tidak akan mampu mewadahi kekuatan yang akan membunuh demokrasi itu sendiri”. Apakah perjuangan HTI sudah bergeser dari tujuan semula? Allahu’alam. Kita lihat saja nanti. Tapi sebaiknya seluruh kaum muslimin yang berjuang demi tegaknya Khilafah Islamiyah, tetap berharap bahwa HTI sebagai “lokomotif” perjuangan penegakkan Daulah Khilafah Islamiyah tetap berdiri tegak memperjuangkan Khilafah Islamiyah tanpa perlu mengemis-ngemis ridho manusia, karena yang terpenting adalah ridho dari Allah Swt. Seperti kata Rasulullah saw, “Sampaikan kebenaran (Islam) itu meskipun terasa pahit”.[]
sumber: http://osolihin.wordpress.com/2007/09/03/kki-2007-mengokohkan-nkri/#comment-2876